SKKNI merumuskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja suatu jabatan. Kenali fungsi, penyusunan, dan manfaatnya bagi tenaga kerja.
LSP SDM Pajak Modern
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan. SKKNI disusun dan ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan industrI.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berfungsi sebagai acuan fundamental bagi berbagai lembaga dan institusi yang berkecimpung dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Implementasi SKKNI secara konsisten membawa manfaat signifikan bagi berbagai pihak, antara lain:
Bagi Institusi Pendidikan dan PelatihanJumlah klasifikasi SKKNI tidak statis dan terus berkembang seiring dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Hingga saat ini, terdapat 916 klasifikasi SKKNI yang telah ditetapkan dan masih berlaku oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
|
SEKTOR |
2004-2009 |
2009-2014 |
2014-2019 |
2019-2024 |
JUMLAH |
|
Jasa Lainnya |
7 | 21 | 37 | 28 | 93 |
|
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan |
4 |
28 |
35 |
6 |
73 |
|
Pertambangan dan Penggalian |
5 |
4 |
30 |
23 |
62 |
|
Jasa Pendidikan |
2 |
3 |
0 |
5 |
10 |
|
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib |
0 |
1 |
4 |
2 |
7 |
|
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial |
2 |
6 |
7 |
7 |
22 |
|
Informasi dan Komunikasi |
0 |
5 |
25 |
13 |
43 |
|
Transportasi dan Pergudangan |
0 |
2 |
7 |
18 |
27 |
|
Konstruksi" |
17 | 38 | 53 | 31 | 139 |
|
Jasa Perusahaan |
4 | 45 | 94 | 63 | 206 |
|
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang |
5 |
10 |
6 |
0 |
21 |
|
Industri Pengolahan |
8 |
21 |
78 |
45 |
152 |
|
Jasa Keuangan dan Asuransi |
0 |
5 |
9 |
10 |
24 |
|
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum |
3 |
1 |
1 |
3 |
8 |
|
Pengadaan Listrik, Gas |
0 |
1 |
13 |
2 |
16 |
|
Real Estat |
0 |
0 |
1 |
0 |
1 |
|
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor |
0 |
2 |
7 |
3 |
12 |
|
JUMLAH |
57 | 193 | 406 | 260 |
916 |
*Sumber: https://skkni.kemnaker.go.id/rekapitulasi-skkni/berlaku
SKKNI memuat kumpulan unit-unit kompetensi yang bersumber dari identifikasi kebutuhan di dunia kerja. Setiap unit kompetensi mewakili bagian dari persyaratan di tempat kerja, meliputi pengetahuan, keterampilan, keselamatan dan kesehatan kerja, literasi, dan matematika dasar. Unit-unit ini dirancang untuk mengakomodasi keragaman sektor industri, perusahaan, dan tempat kerja.
Unit kompetensi disusun berdasarkan kesamaan standar kerja di berbagai tempat kerja sejenis. Hal ini memungkinkan terciptanya standarisasi dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga kualitas dan hasil kerja dapat terjamin. Unit kompetensi tidak terikat pada penggunaan peralatan atau merek tertentu dan tidak memuat prosedur detail pekerjaan karena prosedurnya dapat berbeda di setiap tempat kerja.
1. Kode Unit
Contoh ketentuan dalam menetapkan kodefikasi:
2. Judul Unit
Judul unit kompetensi menjelaskan tugas/pekerjaan yang akan dilakukan. Judul ini harus memberikan gambaran umum tentang isi dan implementasinya.
3. Deskripsi Unit
Deskripsi unit menjelaskan isi, maksud, tujuan, dan ruang lingkup unit kompetensi. Deskripsi ini juga dapat menyebutkan keterkaitan unit kompetensi dengan unit kompetensi lain.
4. Elemen Kompetensi
Elemen kompetensi adalah unsur dasar pembentuk unit kompetensi. Gabungan elemen-elemen ini membentuk satu unit kompetensi yang utuh. Elemen menjelaskan proses pekerjaan secara runtut dalam satu unit kompetensi.
5. Kriteria Unjuk Kerja
Kriteria unjuk kerja atau yang bisa disebut KUK berisi uraian tentang kinerja yang harus dicapai pada setiap elemen kompetensi. KUK disusun dengan menggunakan kata kerja pasif dan rumusan hasil pekerjaan yang kualitatif dan/atau kuantitatif, sehingga mudah diukur dan dievaluasi.
6. Batasan Variabel
Batasan variabel berisi panduan untuk melaksanakan unit kompetensi. Batasan ini menjelaskan beberapa hal:
7. Panduan Penilaian
Panduan penilaian memuat berbagai kondisi/keadaan untuk menilai kompetensi pada unit kompetensi, baik saat pelatihan maupun uji kompetensi. Panduan ini meliputi: