Beda Profesi dan Pekerjaan

Beda Profesi dan Pekerjaan

Banyak orang bekerja tanpa benar-benar memiliki profesi. Simak unsur pembeda antara profesi dan pekerjaan beserta contoh penerapannya.

LSP SDM Pajak Modern

Istilah profesi merupakan suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang mengacu pada pendidikan atau keahlian dalam suatu bidang.

Dengan istilah ini,  maka sebenarnya banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu memiliki profesi yang sesuai. Pekerjaan dan profesi memiliki unsur dan pengertian yang berbeda, tetapi oleh kebanyakan orang awam kedua definisi tersebut kerap kali disamakan. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan di antara keduanya.

 
PROFESI

Profesi adalah kelompok lapangan kerja khusus yang melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian khusus dalam pelaksanaannya guna memenuhi kebutuhan kompleks manusia.

Keberhasilan sebuah profesi biasanya hanya akan dicapai dengan penguasaan pengetahuan secara mendalam dan luas yang mencakup wawasan, praktik langsung, serta sertifikasi yang telah didapatkan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang melekat pada profesi yang meliputi:

  1. Pengetahuan khusus, kemampuan yang dimaksud adalah keterampilan yang telah diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman bertahun-tahun.
  2. Standar moral, setiap profesi memiliki kode etik profesi yang menjadi pedoman dalam melakukan kegiatannya, setiap pelaku profesi diwajibkan untuk mematuhi kode etik tersebut.
  3. Pengabdian kepada masyarakat, maksudnya adalah setiap pelaku profesi harus mengesampingkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum atau masyarakat.
  4. Izin profesi, setiap profesi akan selalu berkaitan dengan khalayak masyarakat di mana nilai-nilai sosial harus dijalankan. Oleh karena itu, setiap profesi harus memiliki izin terlebih dahulu sebelum melakukan profesinya.
 

KARAKTERISTIK PROFESI

Keahlian dari pendidikan kejuruan saja tidak cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan sebagai profesi. Perlu penguasaan teori yang mendasari praktek pelaksanaan serta penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan praktek.

Berikut ini adalah karakteristik dari sebuah profesi untuk memudahkan dalam mengenali apakah sebuah aktivitas itu tergolong profesi atau pekerjaan:

  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
  2. Asosiasi profesional pada badan yang di organisasi para anggotanya
  3. Pendidikan yang ekstensif
  4. Ujian kompetensi
  5. Pelatihan institusional
  6. Memiliki izin (lisensi)
  7. Mematuhi kode etik profesi
  8. Layanan publik dan altruism
  9. Status dan imbalan yang tinggi

 

PEKERJAAN

Pekerjaan pada umumnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan profesi. Dalam lingkup keterampilan dan tanggung jawab, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Para ahli antropolog, seperti Cycle Kluckohn dan Florence Kluckohn mengatakan bahwa nilai-nilai budaya memandang pekerjaan sebagai aktivitas untuk memenuhi nafkah saja.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan bahwa pekerjaan adalah sebuah upaya untuk menggapai kedudukan dan kehormatan. Menurut Thomas Aquinas, pekerjaan secara umum memiliki empat tujuan yang meliputi:

  1. Dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
  2. Lapangan kerja dapat menghapuskan pengangguran
  3. Dengan surplus hasil kerja, manusia dapat berbuat amal seperti sedekah atau sumbangan
  4. Dapat mengontrol gaya hidup.
 
KESIMPULAN

Profesi merupakan jenis aktivitas yang memerlukan pendidikan dan pelatihan khusus serta diatur oleh kode etik dan standar tertentu.

Sedangkan, pekerjaan meliputi segala aktivitas untuk menghasilkan pendapatan, dapat melalui pendidikan atau pelatihan. Namun, dapat juga tanpa pendidikan dan pelatihan.

Dalam masyarakat, profesi memiliki derajat yang lebih tinggi karena diperoleh dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi serta memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks. Sebuah profesi sudah pasti pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu merupakan sebuah profesi.