Profesi yang Memerlukan Sertifikasi

Profesi yang Memerlukan Sertifikasi

Sejak berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN, keahlian bersertifikat makin dituntut. Simak profesi yang memerlukan sertifikasi kompetensi.

LSP SDM Pajak Modern

Indonesia menjadi salah satu dari beberapa negara yang tergabung dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah dimulai pada tahun 2016. Hal ini mengharuskan Indonesia untuk meningkatkan performa dalam menjadi pelaku MEA. Salah satu permasalahan yang masih dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah keahlian tenaga kerja. Tentunya tenaga kerja atau SDM yang ahli adalah keinginan setiap perusahaan, ditambah lagi persaingan tenaga kerja di Indonesia yang perlu diwaspadai sebab kualitas tenaga kerja negara lain cenderung lebih baik apabila dilihat dari beberapa indikator. Hal inilah yang menjadi dasar ditetapkannya sistem sertifikasi profesi. Lalu, profesi apa sajakah yang memerlukan sertifikasi? Berikut adalah pembahasannya!

 
Lembaga yang Mengadakan Sertifikasi Profesi

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan lembaga yang telah memperoleh izin dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga yang melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi. Lembaga ini dibentuk dengan tujuan untuk menciptakan dan mengasah sumber daya manusia yang kompeten. Hal ini merujuk pada persyaratan dan prosedur lisensi yang harus dipenuhi oleh calon penerima sertifikasi agar sesuai dengan ketentuan yang diharapkan.

 

Profesi yang Memerlukan Sertifikasi Profesi

1. Akuntan

Sertifikasi profesi akuntan dapat dikatakan sebagai proses pengakuan secara formal terhadap kualifikasi dan kompetensi seseorang di bidang akuntansi dan keuangan.

Terdapat berbagai macam sertifikasi di bidang ini, seperti sertifikasi bidang akuntan publik dengan yang merujuk nantinya pada gelar CPA (certified public accountant), CA (chartered accountant) yang merupakan sertifikasi akuntansi yang diakui secara internasional, dan masih banyak sertifikasi lainnya, seperti Certified Internal Auditor (CIA), Certified Management Accountant (CMA) hingga Certified Information Systems Auditor (CISA).

 

2. Manajer Proyek

Kegiatan proyek pasti memerlukan adanya sumber daya manusia mengingat cakupan kompleksitas pekerjaannya. Profesionalisme seorang manajer proyek menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan proyek tersebut. Hal ini berarti seorang manajer proyek tidak boleh dipilih begitu saja tanpa memiliki keahlian dalam bidang proyek yang diambilnya. Diperlukan syarat kompetensi bagi para calon manajer proyek ini sebelum boleh terjun ke dunia kerja.

Terdapat berbagai macam sertifikasi umum dalam profesi ini yang meliputi Certified Associate in Project Management (CAPM), Agile Certified Practitioner (PMI-ACP), Certified ScrumMaster (CSM) hingga Project Management Professional (PMP) yang diakui secara internasional.

 

3. Analis Bisnis

Seperti namanya, seorang analis bisnis berwenang untuk menganalisis sistem sebuah perusahaan menjadi optimal agar dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan setelah dianalisis datanya. Hal ini mengharuskan seorang analis bisnis dapat memahami jenis bisnis, situasi bisnis, serta bagaimana cara untuk meningkatkan proses bisnis tersebut.

Dalam profesi ini terdapat beberapa sertifikasi yang ada, seperti Certified Business Analysis Professional (CBAP), Entry Certificate in Business Analysis (ECBA), PMI Professional in Business Analysis (PMI-PBA), Certified Business Analyst Professional (CBAP), dan lain sebagainya.

 

4. Manajer Pemasaran

Profesi ini kerap kali disebut dengan istilah marketing manager yang memiliki tugas terkait program atau kebijakan pemasaran suatu perusahaan. Profesi ini memiliki tanggung jawab agar kegiatan pemasaran berlangsung secara optimal, dengan melakukan analisis berupa riset pasar atau analisis selera konsumen agar penjualan perusahaan meningkat dan memperoleh laba yang besar.

Sertifikasi profesi dalam bidang ini dapat berupa Digital Marketing Certifications, Professional Certified Marketer (PCM), Digital Marketing Institute (DMI) Certifications, dan Content Marketing Institute (CMI) Certification.

 

5. Manajer Sumber Daya Manusia

Sebagai seorang manajer yang terlibat dan bertanggungjawab dalam kegiatan rekrutmen, pelatihan & pengembangan, hubungan antar pegawai, peraturan kepegawaian, hingga keluhan dari pegawai, tentunya membuat profesi manajer SDM ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti profesi yang telah dipaparkan sebelumnya, profesi manajer sumber daya manusia juga memiliki beberapa sertifikasi profesi, diantaranya Professional in Human Resources (PHR), Senior Professional in Human Resources (SPHR), SHRM Certified Professional (SHRM-CP), SHRM Senior Certified Professional (SHRM-SCP), Global Professional in Human Resources (GPHR) dan Certified Compensation Professional (CCP).

 

6. Profesi Perpajakan

Dalam kegiatan yang berhubungan dengan perpajakan khususnya di perusahaan, seorang tax officer atau seseorang yang bekerja di bidang perpajakan dianjurkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi untuk menjaga kredibilitas pekerjanya.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa sertifikat profesi yang bisa didapatkan oleh para pekerja di bidang perpajakan, seperti Certified Indonesian Tax Associate (CITA), Certified Indonesian Tax Specialist (CITS), Certified Indonesian Tax Professional (CITP) yang dikeluarkan ketika melakukan uji kompetensi di LSP SDM Pajak Modern.

Pertanyaan seputar sertifikasi perpajakan dapat ditanyakan melalui [email protected] atau melalui (036) 18487285