Aktivitas bisnis lintas negara menuntut konsultan pajak menguasai aturan lokal dan internasional. Bandingkan pilihan sertifikasinya.
LSP SDM Pajak Modern ยท 29 Agustus 2024
Seiring dengan ramainya aktivitas bisnis hingga manca negara, profesi konsultan pajak semakin dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam, baik dalam lingkup lokal maupun internasional. Di Indonesia, berbagai lembaga menawarkan sertifikasi perpajakan, baik yang berfokus pada peraturan perpajakan domestik maupun yang mengacu pada standar internasional. Lantas, sertifikasi mana yang sebaiknya dipilih oleh seorang konsultan pajak Indonesia?
Sertifikasi perpajakan di Indonesia umumnya dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang sudah disahkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para konsultan pajak memiliki pengetahuan yang cukup tentang undang-undang perpajakan Indonesia, peraturan pelaksanaannya, dan prosedur perpajakan yang berlaku.
Sertifikasi perpajakan internasional dikeluarkan oleh Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) atau Chartered Institute of Taxation (CIOT) yang diakui secara global dan dirancang untuk konsultan pajak menghadapi tantangan perpajakan di berbagai yurisdiksi. Sertifikasi ini mencakup sistem perpajakan di berbagai negara, prinsip-prinsip perpajakan internasional, perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B), transfer pricing, hingga isu-isu perpajakan lintas negara lainnya.
Jika dilihat dari segi materi ujian dan pelatihan, pastinya akan berbeda. Sistem perpajakan Indonesia berpusat pada Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), Peraturan Pemerintah, dan Surat Edaran yang berlaku di Indonesia. Namun, sertifikasi perpajakan internasional memiliki cakupan yang lebih luas sehingga materi ujian dan pelatihan pun akan mengacu pada standar internasional yang telah ditetapkan oleh organisasi seperti Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Accounting Standards Board (IASB).
Pilihan antara sertifikasi perpajakan Indonesia dan internasional sangat bergantung pada tujuan karir, jangkauan layanan, dan kebutuhan profesional seseorang. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang dan disesuaikan oleh kebutuhan konsultan pajak itu sendiri sebelum membuat keputusan. Beberapa pertimbangan di antaranya:
1. Tujuan Karir dan Jenis Klien
Jika tujuan karir adalah berfokus pada klien di Indonesia saja dan memahami secara mendalam peraturan perpajakan lokal, maka sertifikasi perpajakan Indonesia merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika tujuan karir adalah bekerja dengan klien internasional atau di perusahaan multinasional, maka sertifikasi perpajakan internasional akan memberikan keunggulan yang jauh lebih besar dan pengakuan yang lebih luas, serta dapat membangun jaringan profesional di seluruh dunia.
2. Investasi Waktu dan Biaya
Jika dilihat dari segi biaya, sertifikasi lokal akan lebih terjangkau dan lebih mudah untuk dipelajari dan pahami, sementara sertifikasi internasional mungkin memerlukan cost yang lebih tinggi dan waktu yang lebih banyak. Namun, sertifikasi internasional bisa memberikan keuntungan jangka panjang yang lebih besar, terutama bagi mereka yang berencana bekerja di kancah internasional.
3. Kompleksitas Kasus
Hal ini perlu disesuaikan kembali pada kasus yang sering ditangani oleh konsultan pajak, jika konsultan pajak yang lebih sering menangani kasus-kasus perpajakan lokal yang spesifik, akan lebih baik jika memilih sertifikasi lokal. Namun, jika konsultan pajak lebih sering menangani kasus-kasus perpajakan lintas negara dan membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang peraturan internasional, sertifikasi internasional adalah pilihan yang lebih baik.
Baik sertifikasi perpajakan Indonesia maupun internasional memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan yang tepat akan bergantung pada kebutuhan dan aspirasi individu. Akan lebih baik jika seorang konsultan pajak memiliki kombinasi keduanya. Sertifikasi Indonesia memberikan pemahaman yang mendalam tentang peraturan perpajakan lokal, sedangkan sertifikasi internasional memperluas wawasan dan memungkinkan konsultan pajak untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif bagi klien yang memiliki bisnis lintas batas.